Gadis Tegar Itu yang Berani Menyudahi. Bila Tak Kunjung Dinikahi

gadis-tegar-itu-yang-berani-menyudahi-bila-tak-segera-dinikahi gadis-tegar-itu-yang-berani-menyudahi-bila-tak-segera-dinikahi

Kamu sudah melakukanku menunggu terlampau lama. Jika hati ini ruang lapang, kini sudah terlampau berjibun kursi dan meja di sana. Hatiku Bersalin jadi ruang tunggu yang penyabar. Kamu bisa berkunjung kapan saja. Aku tetap akan menyambutmu dengan bahagia.

Namun kini aku mulai berPerbincangan sampai kapan menunggu perlu kulakukan tanpa agung tanda Perbincangan di kepala. Haruskah hubungan ini kusudahi? Bila kamu memang tak ada niatan untuk menikhi.

Berhentilah tersenyum, aku tak bercanda tentang betapa menyakitkannya menunggumu

Menunggumu adalah hal yang sangat menyakitkan untukku. Dengan jutaan macela lainnya di tanganku aku masih layak memikirkan akankah kamu tetap berserupaku. Bukankah aku sudah berlebihan lama menunggu?

Aku telah memberi hati, tapi kau mengabaikan upayaku. Apa cinta sebercanda itu?

Kau begitu ingin masuk dalam duniaku, tapi bagaimana aku bisa memberikannya jika tanganmu tak menyambut untuk menerimanya? Cinta singkapn bahan bercandaan yang bisa kau bolak-balikkan seenaknya. Ini hati singkapn kertas yang bisa kau robek seenaknya.

Berjuang memang butuh waktu. Tapi demi kamu aku tak keberan menunggu

Siapa bilang aku tak tahu bahwa kamu pun sedang berjuang sekarang. Aku pun paham jika berjuang itu butuh waktu, tapi tak bisakah kau melihat kejadianku? Tidak bisakah kita berjuang saja selesai resmi mengikat satu sepadan lain?

Mungkin aku mencintaimu terterus lama. Hingga aku bisa berpikir meninggalkanmu sekarang itu tak apa

Kita sudah mesesudahi deras hal dengan berbagai macam emoji, berpisah denganmu lampau kembali lagi bukan hal yang baru. Aku benar-benar mencintaimu, tapi entah apa sebab di detik-detik terakhir ini aku ingin berhenti dan melupakanmu.

Kita akan menjadi sejarah. Kamu adalah bayangan yang menutupnya

Biarlah kisah kita menjadi kenangan dan tak lagi muncul dalan hati selain berupa rasa sakit. Aku acuh bahwa aku pun tak akan semudah itu menutp kisah ini karena seterus kau yang muncul di permukaannya, tapi aku tetap akan berusaha.

Rasakanlah lara itu karena aku memang sedang mencoba menyakitimu. Aku sedang protes atas jiwamu yang tak punya keBersimemadatan. Bersediakah kau mengorbankanku atas keWaswasanmu yang tak berdasar itu?

Jika memang tidak serius denganku, silakan pergi. Toh kamu sudah mempersiapkanku dengan terus-terusan menyakiti

Aku tak punya hak untuk menahanmu atau memaksamu menikahiku. Yang bisa kulakukan belaka menyudahi semua ini agar aku tak lagi terkurung disini. Jalanilah tumbuh seperti yang kau ingini, kebebasan tanpa paksaan akan kau miliki seutuhnya.

Hanya satu yang aku sesalkan dari keputusan ini, bahwa kita bahkan tak bisa mencoba untuk bersatu ketika cinta ini begitu kuat. Dan semua ini cuma karena keberanianmu yang tak hadir dalam kasih cinta kita. Aku tak kenal kudu mengakhiri ini dengan apa, karena kalimat selamat tinggal pun masih terdahulu doyan membantu untukmu